Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Indonesia Juara Piala AFF U-16

Sabtu 11 Aug 2018 21:05 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Hazliansyah

Pesepak bola dan offisial timnas Indonesia melakukan selebrasi usai memenangkan pertandingan Final Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8).

Pesepak bola dan offisial timnas Indonesia melakukan selebrasi usai memenangkan pertandingan Final Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8).

Foto: ANTARAFOTO
Indonesia menang lewat drama adu penalti

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Indonesia U-16 akhirnya meraih gelar juara Piala AFF U-16 2018 setelah mengalahkan Thailand di babak final lewat adu penalti. Laga antara kedua kesebelasan di stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (11/8) berakhir dengan skor 1-1 (4-3). Kiper Indonesia Ernando Ari Sutaryadi menjadi bintang dengan menggagalkan dua kali tendangan Thailand.

Indonesia junior bermain dengan gaya agresif. Para penggawa pelatih Fakhri Husaini tersebut berhasil menekan lini pertahanan Thailand dengan penguasaan bola mencapai 70 persen. Meskipun para penggawa asuhan pelatih Tongchai Rungreangleas mampu bertahan, Garuda Asia berhasil menjebol gawang Thailand.

Persisnya pada menit ke-22, umpan lambung dari lini tengah oleh Andre Octaviansyah mengarah kepada Fajar Fathur Rachman yang berada di barisan bertahan Thailand.

Fatur yang menyambut umpan tersebut berhasil lolos dari kawalan pemain bertahan lawan. Kiper Anuchid Tawesari keluar dari sarangnya berusaha menerkam bola. Tapi tak berhasil.

Fatur dengan sekali sentuhan lewat kaki kanan luarnya, meneruskan bola tinggi ke atas kepala Anuchid yang membuat bola meluncur ke arah gawang. Aksi pemain berangka punggung 22 itu berhasil membawa Indonesia unggul 1-0. Gol Fatur kali ini menjadi yang kedua miliknya selama gelaran Piala AFF U-16 tahun ini.

Kebobolan satu gol, Thailand sebetulnya berusaha membalas. Tapi dominasi permainan Garuda membuat upaya Thailand menyamakan kedudukan tak pernah berhasil. Skor 1-0 tersebut bertahan sampai babak pertama usai.

Di babak kedua, kedua kesebelasan membuat intensitas pertandingan semakin tinggi. Satu pemain balakang Garuda, Bagas Kaffa terpaksa melanjutkan laga babak kedua dengan kondisi pelipis kanan yang robek. Ia mengalami benturan kepala yang keras dengan rekannya di babak pertama. Namun pelatih Fakhri belum mau menggantikan peran pemain berangka punggung dua tersebut.

Thailand melawan keras permainan Indonesia di babak kedua. Sampai menit ke-60-an, tim juara bertahan itu beberapa kali memberi tekanan ke lini pertahanan. Tapi upaya membalas gol tak pernah berhasil. Pelatih Thongchai pada menit ke-64, memperbarui  lini depannya dengan menarik striker Sitthinan Rungrueang dan memainkan Apidet Janngam.

Pelatih Fakhri merespons pergantian tersebut dengan menarik Octaviansyah dan menurunkan gelandang Hamsah Lestaluhu. Di menit ke-65, sampai 70, tercatat empat kali peluang Indonesia menggandakan kedudukan.

Empat kali berturut sepakan keras oleh Bagus Kahfi dan Mochammad Supriadi tepat ke arah gawang. Tapi kiper Anuchid berhasil menggagalkan empat kali upaya menggandakan kedudukan dari penggawa Indonesia. Skor masih tetap 1-0.

Namun alih-alih menggandakan kedudukan, serangan balik dari Thailand berhasil membuat skor imbang. Berawal dari serangan sektor sayap kanan oleh Sarawut Soawaros, berhasil melepas umpan silang ke depan gawang Indonesia. Bola sempat mengenai kaki pemain bertahan Garuda. Namun tak berhasil mengamankan. Ada Janngam yang menyambut bola lepas dan dengan lekas melepas sepakan ke arah gawang.

Kiper Ernando Ari yang tak menduga terpaksa harus kebobolan. Skor menjadi 1-1.

Pada menit ke-76, Supriadi kembali beraksi di lini depan. Tapi lagi-lagi aksinya mengembalikan keunggulan Indonesia mentah di tangan kiper Anuchid. Lepas usaha tersebut, Supriadi tampak kesakitan. Pelatih Fakhri pun terpaksa menggantinya dengan Rendi Juliansyah. Skor imbang 1-1 bertahan sampai menit ke-80. Usai perpanjangan waktu, wasit menutup babak kedua.

Hasil imbang tersebut membuat kedua kesebelasan melakukan adu penalti mencari pemenang. Adu 12 pas antara kedua kesebelasan mengantarkan Indonesia sebagai juara. Thailand dipaksa tunduk dengan skor akhir 4-3.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA