Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Jakmania: Tak Perlu Lagi Ujaran Kebencian di Tribun

Selasa 25 Sep 2018 18:37 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Endro Yuwanto

Warga RT 13 RW 15 dan anggota Jakmania menggelar pengajian di gang depan rumah Haringga, Cengkareng, Jakarta Barat. Senin (24/9).

Warga RT 13 RW 15 dan anggota Jakmania menggelar pengajian di gang depan rumah Haringga, Cengkareng, Jakarta Barat. Senin (24/9).

Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Hubungan antara The Jakmania dengan Viking maupun Bobotoh tak bisa dikatakan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum The Jakmania Dicky Soemarno mengatakan, kasus pengeroyokan yang dialami anggotanya hingga meninggal saat laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Bandung Lautan Api pada Ahad (23/9) harus segera selesai. The Jakmania siap berkoordinasi dan bersikap kooperatif dengan pihak kepolisan untuk penyelidikan.

"Sikap kami jelas, kami melayangkan surat ke Polrestabes Bandung untuk melakukan pengusutan," kata Dicky saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (25/9).

Dicky mengakui, rivalitas antara Persija dan Persib merupakan rahasia umum. Rivalitas itu juga terjadi pada kedua suporter kesebelasan masing-masing.

Menurut Dicky, hubungan antara The Jakmania dengan Viking maupun Bobotoh tak bisa dikatakan baik. "Hubungannya tidak baik karena kami tidak bisa saling kunjung. Bagaimana hubungan bisa dibilang baik ketika kami tidak bisa saling berkunjung?" kata dia.

Dicky mengatakan, kedua kelompok suporter harus bisa menjaga barisannya masing-masing. Dengan begitu, bentrokan yang melibatkan The Jakmania dengan Viking mupun Bobotoh bisa dihindari. "Kami sama-sama jaga barisan masing-masing saja. Kami menjaga barisan kami, mereka juga menjaga barisan mereka," ujar dia.

Dicky melanjutkan, hubungan tak harmonis antarsuporter Persija dan Persib harus diselesaikan. Menurut dia, suporter harus fokus mendukung klub kebanggaan masing-masing.

Dicky menegaskan, saat ini sudah tidak perlu ada ujaran kebencian atau rasisme di tribun. "Hal itu sudah tidak perlu lagi," ujar dia menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA