Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

Timnas Indonesia Menuju Piala AFF 2018

Senin 05 Nov 2018 07:34 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

Bima Sakti Tukiman

Bima Sakti Tukiman

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Indonesia akan menghadapi tuan rumah Singapura di Stadion Nasional, Jumat (9/11)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Timnas sepak bola Indonesia akan mengakhiri masa pemusatan latihan di dalam negeri, Senin (5/11). Pada Selasa (6/11), skuat Garuda akan meninggalkan Tanah Air untuk berlaga pada laga perdana di Grup B Piala AFF 2018. Indonesia akan menghadapi tuan rumah Singapura di Stadion Nasional, Kallang, Jumat (9/11).

Piala AFF 2018 menjadi ujian pertama Bima Sakti sejak PSSI menunjuknya sebagai pelatih timnas menggantikan Luis Milla Aspas pada akhir Oktober lalu. Sejak ditunjuk sebagai pelatih, Bima menyiapkan 23 pemain dari 50 daftar nama yang ia panggil mengikuti pemusatan latihan di Cikarang, Jawa Barat. 

Baca Juga

“Kita sudah bersiap, tinggal menyiapkan mental untuk bisa maksimal saat pertandingan,” ujar dia di Jakarta, Ahad (4/11).

Gelandang muda Saddil Ramdani yang sempat masuk dalam daftar 23 pemain akhirnya dicoret. Ia digantikan Andik Vermansah yang saat ini merumput di Liga Malaysia. Bima mengatakan, pergantian ini menjadi kesempatan bagi Andik membuktikan layak tetap berada di barisan skuat nasional.

“Ini rezekinya Andik tetap bisa bersama timnas. Dia sudah berpengalaman di Piala AFF,” kata Bima. 

Selama di Cikarang, Bima mengungkapkan proses latihan dan persiapan berjalan tanpa masalah. Gelandang andalan Stefano Lilipaly sempat cedera. Akan tetapi, kata dia, penanganan yang cepat dan tepat membuat pemain Bali United tersebut kembali bugar. 

Selain nama-nama tersebut, Bima Sakti juga masih mengandalkan para pemain yang menjadi pilihan utama Luis Milla. Di deratan penggawa senior, selain Lilipaly dan Andik, ada kiper Andritany Ardhiyasa, striker Alberto Goncalves, Riko Simanjuntak, Rizky Pora dan Dedik Setiawan. Selebihnya, Bima Sakti mempercayakan skuatnya diisi para penggawa timnas U-23 bentukan Luis Milla yang berlaga di Asian Games 2018 lalu. 

Bima merasa tak kesulitan karena skuatnya didominasi para pemain yang sudah saling memahami konsep bermain tim Garuda saat masih dilatih Luis Milla. Selama latihan di Cikarang, Bima Sakti pun mengaku masih kerap berkomunikasi dengan pelatih asal Spanyol tersebut. “Ada tiga hal yang kami pertajam saat latihan. Memaksimalkan permainan bertahan, memperkuat serangan, lalu transisi menyerang dan bertahan,” ungkap Bima.

Ditarget juara membuat Bima tertantang. Sebab, selama ini prestasi terbaik Indonesia hanya runner-up. Ia meyakini kesempatan Indonesia juara tahun ini sangat besar. 

"Saya tidak bisa menentukan hasil. Tapi saya berharap bisa memberikan yang terbaik sebagai pelatih daripada saat saya menjadi pemain di timnas,” ujar dia. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA