Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Singapura Vs Indonesia: Selalu Sengit Melawan The Lion

Jumat 09 Nov 2018 08:14 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih timnas Indonesia Bima Sakti (kiri) memimpin jalannya latihan timnas Indonesia di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11/2018).

Foto:
Kedua tim akan bentrok pada laga pembuka Grup B turnamen Piala AFF 2018.

Keunggulan

Salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk menaklukkan Singapura di Piala AFF 2018 tentu saja kecepatan para pemain sayapnya, seperti disampaikan pelatih Bima Sakti.

Skuat berjuluk tim Garuda setidak-tidaknya memiliki empat nama yang mampu bermain melebar di sisi serang kiri maupun kanan dalam formasi 4-2-3-1 peninggalan pelatih sebelumnya Luis Milla, yang kerap diterapkan oleh pelatih saat ini Bima Sakti, yaitu Febri Hariyadi, Irfan Jaya, Andik Vermansah dan Riko Simanjuntak.

Keempat pemain ini memiliki kemampuan hampir setara yang membuat permainan melebar Indonesia dikhawatirkan oleh Fandi Ahmad. Fandi yang memastikan timnya tidak akan tampil bertahan dengan jujur mengakui bahwa dirinya mengantisipasi serangan balik kilat Indonesia.

Ketika Singapura menyerang, pria yang pernah melatih klub Indonesia Pelita Jaya tersebut memperkirakan ada ruang kosong di sepertiga wilayah belakang skuatnya. 

Situasi itu akan dimanfaatkan Indonesia yang, berdasarkan pengamatannya, selalu menempatkan pemain sayap yang menggantung di lini tengah, siap menyambut bola yang datang dari pertahanan dengan kecepatan lari.

"Ketika Indonesia bertahan, biasanya ada pemain sayap mereka tidak terlalu mundur ke pertahanan. Ini yang bakal membuat kami sulit melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Kami harus hati-hati dengan itu dan mesti tetap kompak demi menghentikan pergerakan pemain lawan," kata Fandi.

Bahkan Fandi tak segan memberikan pujian kepada salah satu sayap Indonesia, Febri Hariyadi. Setengah bercanda, dia mengatakan timnya membutuhkan polisi untuk menghentikan pergerakan Febri.

Pendapat setengah bercanda itu tidak dikeluarkan Fandi begitu saja. Febri Hariyadi sempat membuat skuatnya menderita ketika timnas U-23 Indonesia bersua Singapura dalam pertandingan persahabatan di Singapura, Maret 2018.

Saat itu, Febri membuat satu gol dan dua assist untuk membawa Indonesia menang dengan skor 3-0.

"Sulit untuk mengawalnya. Dia pemain yang sangat bagus. Yang bisa kami lakukan untuk laga besok adalah menjalankan rencana permainan dengan disiplin," tutur Fandi.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA