Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

PSMS, Mitra Kukar, Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 2

Ahad 09 Des 2018 19:33 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani

Pesepakbola PSM Makssar Alessandro Ferreira (kanan) berebut bola dengan pesepakbola PSMS Medan Reinaldi Lobo (kiri) saat bertanding pada Lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (09/12/2018).

Pesepakbola PSM Makssar Alessandro Ferreira (kanan) berebut bola dengan pesepakbola PSMS Medan Reinaldi Lobo (kiri) saat bertanding pada Lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (09/12/2018).

Foto: Antara/Yusran Uccang
PSMS Medan menjadi tim terbawah di Liga 1 musim 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hasil laga serentak pekan final Liga 1 2018 pada Ahad (9/12) mengubah konstelasi zona terusir di papan bawah klasemen final. Kekalahan Mitra Kukar FC, dan Sriwijaya FC, bersama PSMS Medan membuat tiga tim tersebut terlempar ke Liga 2 2019. Ketiganya, mengakhiri kompetisi utama nasional musim ini, dengan menempati tiga tangga degradasi.

Mitra Kukar kalah 1-2 dari Persija Jakarta saat tandang ke Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Hasil tersebut membuat Si Naga Mekes, mengakhiri Liga 1 di tangga ke-17 dengan nilai 39 angka. Posisi yang membuat skuat Rahmad Darmawan harus terdegradasi ke Liga 2 2019. Sementara Sriwijaya, gagal menyelamatkan diri setelah kandas 1-2 saat tandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Hasil tersebut pun membuat Laskar Wong Kito terlempar ke Liga 2 2019 dengan posisi peringkat ke-16 tangga klasemen akhir Liga 1. Terlempar ke kasta kedua, menjadi pengalaman pertama bagi Sriwijaya.

Namun, paling menyedihkan adalah PSMS Medan. Di laga pekan final, dipermalukan PSM Makassar dengan skor telak 1-5 saat main di stadion Andi Mattalatta, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasil tersebut, membuat Si Ayam Kinantan, menempati dasar klasemen di tangga ke-18 dengan nilai akhir 37 angka.

Kekalahan dari PSM, membuat PSMS gagal bertahan di kompetisi utama dengan kembali ke Liga 2 2019. Musim lalu, kesebelasan dari Sumatra Utara (Sumut) itu, promosi ke Liga 1 2018 setelah sukses menjadi runner up Liga 2 2017.

Tim yang dimiliki oleh Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi itu, gagal mempertahankan reputasinya seperti tim promosi lain, PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya yang juga tim promosi dari Liga 2 2017, namun berhasil bertahan di Liga 1 2019.

Paling beruntung di pekan final Liga 1, adalah PS Tira. Kemenangan 3-1 saat tandang ke markas Borneo FC, membuat skuat asuhan pelatih Nilmaizar selamat di peringkat ke-15 dengan nilai 42 angka.

Posisi akhir skuat Tentara, aman untuk bertahan di Liga 1 2019. Padahal, sepanjang paruh kedua Liga 1, sampai pada pekan ke-33, tim tersebut berada di zona usiran. Keberuntungan lainnya milik Perseru Serui.

Pada pekan final, Serui melakoni derbi Papua, dengan tandang ke markas Persipura Jayapura di stadion Mandala. Hasilnya, Serui lolos dari jeratan degradasi setelah meraih tiga angka lewat kemenangan 2-0 atas Persipura.

Hasil tersebut, membuat Serui mengakhiri Liga 1 di tangga ke-14 dengan nilai 42 angka. Serui dan Papua, masih menjadi dua tim wakil dari Tanah Cendrawasih di Liga 1 2019.

Dengan akhir laga pekan final Liga 1, memastikan tiga tim terbawah saat ini, yakni PSMS Medan, Mitra Kukar FC, dan Sriwijaya FC. Ketiga tim tersebut pada liga 1 2019 mendatang akan digantikan tiga tim promosi dari Liga 2 2018. Yakni PSS Sleman, tim juarai Liga 2 2018, dan Semen Padang FC yang berhasil kembali ke kasta utama setelah menjadi runner up Liga 2 2018. Terakhir adalah Kalteng Putra, tim peringkat ketiga Liga 2 2018.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA