Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Kalah dari Indonesia, Pelatih Vietnam Salahkan Wasit

Ahad 24 Feb 2019 19:41 WIB

Red: Ratna Puspita

Pemain Timnas U-22 Indonesia Marinus Wanewar (tengah) dikawal dua pemain Vietnam Dung Quang Nho (kiri) dan Phan Thanh Hau (kanan) dalam pertandingan Semi Final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Ahad (24/2/2019).

Pemain Timnas U-22 Indonesia Marinus Wanewar (tengah) dikawal dua pemain Vietnam Dung Quang Nho (kiri) dan Phan Thanh Hau (kanan) dalam pertandingan Semi Final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Ahad (24/2/2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Quoc Tuan menyebut Indonesia tak seperti bermain bola karena banyak kontak fisik.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Pelatih tim nasional Vietnam U-22, Nguyen Quoc Tuan, mengkambinghitamkan kepemimpinan wasit Thant Zin Oo atas kekalahan mereka. Vietnam kalah 0-1 dari Indonesia pada laga semifinal Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Ahad (24/2) sore.

Baca Juga

"Yang pertama wasit selalu membela Indonesia, kami punya banyak situasi di dalam kotak penalti, tapi wasit tidak melakukan apa-apa atas itu. Tidak ada pelanggaran bagi Indonesia di dalam kotak penalti mereka," kata Quoc Tuan dalam jumpa pers purnalaga.

Quoc Tuan mengatakan Vietnam seharusnya mendapatkan banyak pelanggaran di dalam kotak penalti Indonesia, terutama pada babak kedua. Bahkan, Quoc Tuan menyebut Indonesia tidak seperti sedang bermain bola dalam pertandingan tersebut. 

"Indonesia seperti tidak bermain bola, terlalu banyak kontak fisik," ujar Quoc Tuan.

Dalam laga yang diwarnai banyak kontak fisik dan pelanggaran tersebut, wasit asal Myanmar itu memberikan enam kartu kuning kepada para pemain Indonesia. Secara keseluruhan, wasit mengeluarkan tak kurang dari delapan kartu kuning sepanjang laga.

photo
Pendukung Timnas U-22 Indonesia beraksi setelah Indonesia berhasil memenangkan pertandingan Semi Final Piala AFF U-22 melawan Vietnam di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Ahad (24/2/2019). (ANTARA)

Kartu kuning pertama yang dikeluarkan wasit diberikan kepada bek Vietnam Nguyen Van Hanh. Van Hanh merupakan sosok yang sepanjang laga selalu berusaha memprovokasi demi memancing emosi penyerang Indonesia Marinus Wanewar.

Bahkan, Van Hanh  menghantam jatuh Marinus pada menit ke-31 ketika sang penyerang Bhayangkara FC itu bergerak tanpa bola dalam situasi serangan balik. Pertandingan yang memanas membuat para pemain Indonesia banyak melakukan keputusan gegabah dan/atau terpancing emosinya ketika diprovokasi pemain Vietnam.

Saat itulah, Bagas Adi Nugroho, Osvaldo Ardiles Haay, Firza Andika, Awan Setho Raharjo, Witan Sulaiman, dan M Rafi Syarahil, diganjar kartu kuning atas pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan. 

Ironisnya bagi Quoc Tuan yang berharap mendapatkan penalti dari banyak situasi di kotak terlarang Indonesia, Vietnam justru kebobolan dari bola mati. Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah melesakkan tendangan bebas dari tepian kotak penalti pada menit ke-70.

Meski kalah, Vietnam masih akan berada di Kamboja untuk menghadapi siapapun yang kalah di laga semifinal lain antara tuan rumah melawan Thailand.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA