Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Menguji Racikan Simon McMenemy

Senin 25 Mar 2019 09:01 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pesepak bola timnas senior Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Pesepak bola timnas senior Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Laga melawan Myanmar akan menjadi debut resmi pelatih Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MANDALAY -- Tim nasional (timnas) Indonesia siap menghadapi Myanmar pada laga uji coba internasional (FIFA Match Day) di Stadion Mandalarthiri, Mandalay, Myanmar, Senin (25/3) petang. Pertandingan ini direncanakan akan kick-off pukul 18.00 waktu setempat.


Pertandingan itu akan menjadi debut resmi untuk pelatih Simon McMenemy sejak menukangi skuat Garuda pada Desember tahun lalu. Menjelang pertandingan, persiapan juga sudah dilakukan secara maksimal dengan menjalani pemusatan latihan (TC) di Australia dan Bali sejak awal Maret lalu.

Simon pun tak sabar untuk segera menunjukkan hasil kerjanya setelah ditunjuk menjadi pelatih utama. "Saya menantikan laga esok (hari ini), saya pikir akan menjadi suatu ujian yang bagus untuk kami melihat hasil dari latihan kami sejauh ini. Melawan Myanmar menjadi laga pertama bagi saya maka evaluasi tentang memahami bagaimana para pemain sangat penting," kata Simon seperti dilansir dari laman Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).


Simon menilai, Myanmar adalah lawan yang tangguh, apalagi bermain di kandang sendiri. Timnas Indonesia tidak akan meremehkan Myanmar dan akan memberikan kemampuan terbaik yang dimiliki skuat Garuda.

Dia mengatakan, para pemainnya juga dipastikan akan berjuang keras dan memberikan performa yang maksimal. "Hasil laga nanti sangat penting, tetapi lebih penting tentang proses membangun tim saat ini, dan proses menuju kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia pada akhir tahun ini," ujar Simon.


Oleh karena itu, mantan pelatih Bhayangkara FC ini memilih untuk menghadapi laga nanti dengan bijak tanpa beban. Menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana bermain dan apakah skuatnya melakukan hal benar untuk kualifikasi akhir tahun ini. "Kami sudah melewati laga-laga uji coba dengan baik, jadi nanti kami hanya perlu konsistensi," kata dia.

Langkah timnas selama ditangani Simon cukup baik, meski baru di level uji coba. Dari tiga kali bertanding, kemenangan diperoleh saat bersua dua tim asal Australia, yaitu Perth Glory (3-1) dan Australia All Star State League (5-1). Satu laga lain selesai dengan hasil imbang 1-1 kala bersua Bali United.
Dari tiga laga tersebut, Simon menyatakan sudah punya pakem formula permainan. "Formasi berlian paling cocok, kami akan memaksimalkan potensi para pemain," kata dia.



Asisten pelatih timnas Indonesia, Yeyen Tumena, paham dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan bosnya. Menurut Yeyen, Simon memang sangat ingin memberikan yang terbaik untuk timnya.
"Semua ingin mempersembahkan kemenangan. Coach Simon sudah membawa tim ini TC (pemusatan latihan) di Australia, sangat baik, kami semakin kompak," kata Yeyen.

 

photo

Gelandang timnas senior Stefano Lilipaly membawa bola saat uji coba melawan Bali United.



Yeyen mengatakan, setibanya di Myanmar, Jumat (22/3), timnas langsung menggelar latihan di Ba Htoo Stadium, Mandalay, Sabtu (23/3). Menurut mantan bek sayap timnas ini, kondisi Evan Dimas dan kawan-kawan sangat baik dan siap untuk segera bertempur. "Dari segi cuaca juga tidak ada kendala. Kami sudah sangat siap," kata Yeyen.
Kiper Timnas Indonesia Andritany Ardhiyasa mengakui, pertandingan nanti sangat penting untuk timnas. "Kami datang ke sini dengan perjalanan yang cukup jauh, dan datang ke sini kami ingin bermain semaksimal mungkin, mendapatkan hasil kemenangan. Kami sudah melakukan persiapan dengan baik," kata Andritany.

Kiper milik Persija Jakarta ini mengatakan, Myanmar bukanlah negara yang asing baginya. Sebanyak dua pertandingan pernah dia jalani di negara yang kental dengan junta militernya tersebut.
"Saya sudah dua kali main di Myanma, dan keduanya main di Yangon. Tapi, ini pertama kalinya saya datang ke Mandalay, dan bedanya adalah Yangon mungkin karena ibu kota, kota besar, dan saya belum pernah bermain di sini, semoga di sini tidak berbeda dengan di Yangon," ungkapnya.

Untuk menghadapi Myanmar, timnas Indonesia di Myanmar membawa 22 penggawa, termasuk pemain yang baru bergabung latihan di Myanmar, Yanto Basna. Setelah menjalani uji coba internasional melawan Myanmar, skuat Garuda akan kembali ke klub masing-masing. Direncanakan pada Juni mendatang timnas akan kembali menjalani laga yang terdaftar di FIFA.

Pelatih caretaker


Di kubu lawan, Myanmar akan menghadapi Indonesia dengan racikan taktik dari pelatih caretaker. Pelatih Myo Min Tun adalah pengganti sementara dari Antoine Hey yang mundur setelah Piala AFF rampung bulan November tahun lalu.

Kinerjanya belum membuahkan hasil. Sebelum melawan Indonesia, agenda kalender FIFA mempertemukan Myanmar dengan Cina Taipei di kandang sendiri pada 19 Maret. Kala itu, skor kacamata menghiasi akhir laga.
"Saya memang memimpikan pekerjaan sebagai pelatih timnas. Mungkin ini terlalu cepat, tapi saya bertekad menjawab tanggung jawab ini dengan baik," kata pelatih berusia 35 tahun ini.

Tugas Myo memang berat, selain menangani timnas, ia juga masih harus mengemban tanggung jawab sebagai pelatih klub ibu kota, Yangon United. Jadwal Yangon pun luar biasa padat.
Selain mengikuti sejumlah kompetisi lokal, Yangon juga disibukkan dengan agenda Piala AFC 2019. "Tak masalah, pekerjaan ini adalah kesempatan sekaligus kebanggaan. Saya harus bisa melaksanakan dengan baik," kata Myo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA