Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Wacana Penggunaan VAR, PSSI Menunggu Persyaratan dari FIFA

Rabu 05 Jun 2019 05:46 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Logo PSSI

Logo PSSI

Anggota Exco PSSI, Refrizal enggan membahas anggaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wacana penggunaan video bantuan wasit (VAR) dalam kompetisi sepak bola Indonesia kian hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan khususnya pecinta sepak bola di Indonesia. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang telah memutuskan untuk menggunakan VAR beberapa waktu lalu terus mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk merealisasikan hal tersebut.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal mengkonfirmasi bahwa PSSI sedang berupaya untuk menjalin komunikasi dengan FIFA terkait rencana tersebut. Menurutnya, sebagai salah satu anggota dari federasi sepak bola dunia, PSSI tidak bisa serta-merta menggunakan VAR tanpa memenuhi standar yang dimiliki oleh FIFA.

"Masalah persiapannya itu yang disiapkan oleh Sekjen (Ratu Tisha), kelengkapannya, itu gak serta merta dilaksanakan, karena standar FIFA harus dipenuhi dulu," kata Refrizal kepada Republika.co.id.

Sebab itu, PSSI harus melakukan komunikasi dengan FIFA dan memenuhi syarat-syarat yang diperlukan untuk mengimplementasikan VAR pada kompetisi sepak bola di Indonesia. PSSI akan memberitahukan rencana tersebut pada FIFA dalam Kongres ke-69 FIFA pada 5 Juni 2019 di Paris, Prancis. VAR sendiri mulai populer saat perhelatan Piala Dunia 2018. Banyak pertandingan yang keputusannya semula keliru diambil wasit, namun menjadi lebih objektif saat ditinjau ulang melalui VAR.

Hal ini kemudian diadopsi oleh beberapa kompetisi liga di Eropa, seperti Serie A Italia, LaLiga Spanyol, sampai Bundesliga. Selain itu, Liga Inggris berencana menerapkan VAR pada kompetisi musim 2019/2020. Sementara Liga Champions 2018/2019 sudah mulai menggunakan VAR pada fase gugur. Untuk bisa menggunakan VAR, Refrizal menyebut salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah mengenai wasit.

"Misalnya wasit yang berstandar FIFA minimal 20 orang, itu yang harus dipenuhi, kita ini kan anggota FIFA kalau buat sesuatu nggak bisa kita main buat-buat aja, nanti kita ditegur FIFA," katanya.

Namun, terkait kemungkinan VAR terealisasi di Indonesia, Refrizal belum bisa menjawabnya. Menurut dia yang utama saat ini adalah PSSI mendapatkan kepastian syarat-syarat dari FIFA yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Refrizal menganggap terlalu cepat untuk membahas terkait anggaran yang akan dikeluarkan.

"Persiapan aja belum kok, kecepetan bahas anggarannya. Ini baru persiapan persyaratan. Tapi memang kita harus melangkah kesana, syarat harus dipenuhi dulu setelah Exco memberikan keputusan menggunakan VAR," jelas dia.

Bahkan, Refrizal enggan menjawab lebih jauh mengenai adanya kemungkinan klub turut menanggung beban biaya untuk merealisasikan wacana ini. Selain itu, dia juga tidak bisa memastikan kapan wacana ini dapat terealisasi. Refrizal akan menunggu hasil kajian PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang sebelumnya telah diperintahkan.

"Kemarin LIB kita suruh mengkaji, nggak bisa kita duga-duga tahun ini bisa terlaksana, tergantung nanti  persyaratannya terpenuhi atau tidak. Persyaratannya aja belum, nanti kan lapor sama kita Sekjennya," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA