Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Monchi Tutup Pintu untuk Manchester United

Senin 17 Dec 2018 13:51 WIB

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Monchi

Monchi

Foto: EPA/JULIO MUNOZ
Ia disebut-sebut salah satu direktur olahraga terbaik Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Direktur Olahraga AS Roma Monchi dikabarkan menolak pinangan Manchester United (MU). Kubu MU membutuhkan sosok baru yang ahli dalam bisnis pemain.

Kebetulan bursa transfer Januari 2019 di depan mata. Monchi diharapkan membantu mendapatkan tenaga anyar sesuai keinginan Jose Mourinho.

"Monchi menolak United karena ia baru saja berkomitmen untuk terus bekerja bersama dengan Roma," demikian laporan yang dikutip dari Football Italia, Senin (17/12).

Sosok bernama lengkap Ramon Rodriguez Vardejo disebut-sebut salah satu direktur olahraga terbaik Eropa. Sebelum berada di I Lupi, Monchi berkarier di Sevilla.

Sejumlah nama besar tim Andalusia lahir di eranya. Para pemain tersebut di antaranya jebolan akademi asli seperti Jesus Navas dan Sergio Ramos.

Pun lewat hasil pembelian. Para jawara anyar yang pernah berkostum Sevilla karena Monchi antara lain Adriano, Dani Alves, Julio Baptista, dan Ivan Rakitic.

Kurang lebih baru setahun Monchi berada di Olimpico. Di tengah keluarnya beberapa pemain andalan, yang bersangkutan masih bisa mendatangkan tenaga anyar seperti Javier Pastore dan Bryan Cristante, serta Justin Kluivert.

Para senior macam Kostas Manolas dan Edin Dzeko bertahan. Itu membuat Monchi mulai jadi incaran klub lain, salah satunya Manchester United.

Namun, manajemen Iblis Merah tidak menjadikan tokoh 51 tahun sebagai buruan tunggal. Raksasa Inggris turut mengincar Paul Mitchell milik RB Leipzig.

Mitchel juga ahli dalam urusan jual beli pemain. Sebelum di Leipzig, tokoh kelahiran Manchester itu pernah bekerja di Tottenham Hotspur, Southampton, dan Milton Keynes Dons.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA