Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Ini Kritik Mourinho untuk MU?

Sabtu 19 Jan 2019 02:02 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Jose Mourinho

Jose Mourinho

Foto: EPA-EFE/Peter Klaunzer
Seorang pelatih harus didukung dengan struktur organisasi yang jelas.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, menyatakan, seorang pelatih atau manajer tidak lagi memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menjawab berbagai tantangan di era sepak bola modern seperti saat ini. Untuk itu, seorang pelatih sebuah klub harus mendapatkan dukungan dari pihak klub lewat sebuah struktur organisasi.

Pernyataan Mourinho ini seolah menggambarkan apa yang terjadi pada dirinya dalam beberapa bulan terakhir saat menukangi Manchester United (MU). Pada akhir Desember lalu, Mourinho harus menyudahi kiprahnya bersama MU lantaran dinilai gagal mengangkat performa runner-up Liga Primer Inggris musim lalu tersebut.

Di akhir-akhir masa jabatannya sebagai pelatih United, Mourinho disebut kehilangan kepercayaan dari para pemain Iblis Merah. Perseteruan mantan pelatih Inter Milan itu dengan Paul Pogba pun sempat terungkap di media. Bahkan, dalam beberapa laga, Mourinho memilih untuk tidak menurunkan pemain termahal United tersebut.

Sayangnya, Mourinho tidak mendapatkan dukungan dari pihak klub. Manajemen United justru memilih untuk memutus hubungan kerja dengan eks pelatih Real Madrid tersebut, dan menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih sementara United hingga akhir musim ini.

''Pelatih atau manajer membutuhkan dukungan klub, dengan berbagai cara. Dalam sebuah klub, harus ada pemilik atau presiden, kemudian CEO, dan di bawahnya ada direktur sepak bola atau direktur teknik, dan akhirnya manajer. Struktur ini bisa membantu klub dalam menjawab tantangan di era sepak bola modern,'' kata Mourinho dalam wawancara dengan BeinSports, seperti dikutip The Guardian, Jumat (18/1).

Mourinho menambahkan, seorang pelatih harus didukung dengan struktur organisasi yang jelas seperti ini. Struktur ini nantinya akan membantu pelatih dalam mengurus pemain, termasuk dalam hal mengatur kedisplinan pemain.

Hingga saat ini, MU memang belum memiliki jabatan direktur sepak bola dalam struktur organisasi manajemen klub. ''Jadi, tugas pelatih benar-benar melatih dan meracik strategi, bukan untuk mendisplinkan pemain. Anda membutuhkan struktur organisasi itu untuk melindungi pelatih dan menempatkan semua di posisinya. Sehingga, pemain tidak datang dengan posisi yang lebih berkuasa,'' kata Mourinho.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA