Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Martial: Mudah Terapkan Gaya Main Solskjaer Dibanding Mou

Selasa 12 Feb 2019 07:37 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Anthiny Martial melakukan solo run sebelum mencetak gol kedua MU pada laga Liga Inggris antara Fulham melawan Manchester United di stadion Craven Cottage, London, Sabtu.

Anthiny Martial melakukan solo run sebelum mencetak gol kedua MU pada laga Liga Inggris antara Fulham melawan Manchester United di stadion Craven Cottage, London, Sabtu.

Foto: Matt Dunham/AP
Menurut dia, Solskjaer datang ke Old Trafford bawa kepercayaan diri dan determinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Anthony Martial mengaku lebih mudah bermain di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer dibandingkan dengan dilatih oleh Jose Mourinho. Martial telah menjadi pemain kunci Manchester United (MU) di bawah pelatih interim tersebut dengan membawa MU meraih 10 kemenangan dari 11 laga terakhir.

Baca Juga

Pemain internasional Prancis itu diminta untuk lebih menyerang saat bermain oleh Solskjaer. ''Kami punya pelatih yang memiliki perhatian berbeda dan kami berusaha melakukan apa yang dimintanya. Mungkin lebih mudah bermain dengan gaya sepak bolanya dan bukan gaya sepakbola dia (Mourinho),'' kata Martial dikutip dari ESPN, Selasa (12/2).

Menurut Martial, Solskjaer datang ke Old Trafford membawa banyak kepercayaan diri dan determinasi yang tinggi yang dibutuhkan untuk membantu tim. Oleh karena itu, para pemain ingin membayarnya dengan tampil baik dan saat ini semuanya berjalan dengan baik, termasuk juga untuk striker lainnya.

Bahkan, pemain berusia 23 tahun itu diminta Solskjaer tampil lebih menyerang. Terbukti, ia telah mencetak 11 gol musim, usai mencetak gol ke gawang Fulham akhir pekan lalu. ''Itu tugas saya, membuat perbedaan dan lebih menentukan. Saya berharap kami dapat terus seefektif mungkin,'' ujar Martial.

Jelang lawan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions, Martial tidak ingin menyebut MU sebagai favorit meraih kemenangan. Karena meski PSG bermain tanpa pemain kuncinya, Neymar, banyak pemain yang sangat bagus lainnya di skuat asuhan Thomas Tuchel tersebut. ''Itu seharusnya memang manjadi keuntungan kami,'' tegasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA