Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

The Reds Meniti Sejarah Baru

Sabtu 05 Jan 2019 07:17 WIB

Red: Didi Purwadi

Para pemain Liverpool merayakan gol Roberto Firmino ke gawang Arsenal.

Para pemain Liverpool merayakan gol Roberto Firmino ke gawang Arsenal.

Foto: AP Photo/Rui Vieira)
Liverpool baru saja menelan kekalahan pertamanya musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh: Reja Irfa Widodo

Dalam satu dekade terakhir Liverpool rasanya tidak memiliki peluang sebesar pada musim ini untuk bisa merengkuh titel Liga Primer Inggris. The Reds muncul sebagai kandidat terkuat peraih titel Liga Primer Inggris, sekaligus berpeluang mengakhiri puasa gelar kompetisi tertinggi sepak bola negeri Ratu Elizabeth itu sejak 1990.

Keberhasilan mengakhiri paruh pertama Liga Primer Inggris di posisi teratas klasemen sementara membuat finalis Liga Champions musim lalu tersebut berada di posisi terdepan dalam bursa juara Liga Primer Inggris musim ini. The Reds saat ini masih memimpin klasemen Liga Primer Inggris dengan raihan 54 angka dan telah memainkan 21 laga.

Berhasil menempatkan diri di posisi teratas Liga Primer Inggris adalah satu hal. Namun jika mampu menorehkan prestasi tersebut dengan diiringi pemecahan sejumlah rekor, itu merupakan hal lain. Inilah yang dilakukan Liverpool setidaknya sepanjang 20 laga awal Liga Primer Inggris musim ini.

Tim besutan Juergen Klopp itu menjadi satu-satunya tim di Liga Primer Inggris musim ini yang tidak terkalahkan dalam 20 laga awal (17 kemenangan dan tiga hasil imbang). Kemenangan 4-1 atas Newcastle United pada 26 Desember lalu menutup perjalanan apik Liverpool selama setengah musim Liga Primer Inggris.

Laju kemenangan ini tidak berhenti kala The Reds membungkam Arsenal 5-1 pada pekan pertama paruh kedua Liga Primer Inggris musim ini. Ini menjadi start terbaik yang pernah ditorehkan Liverpool di sepanjang keikutsertaan mereka di kancah tertinggi sepak bola di daratan Inggris.

REKOR GOL

Kesuksesan meraih 54 poin dari 20 laga pada musim ini juga memecahkan rekor capaian poin tertinggi Liverpool di periode yang sama pada musim 1987/1988, yang mencapai 50 poin. Dari jumlah kebobolan gol, Liverpool musim ini pun menorehkan catatan sejarah tersendiri.

Liverpool hanya kebobolan delapan gol dalam 20 laga Liga Primer Inggris. Catatan ini menjadi catatan terendah jumlah kebobolan gol Liverpool sepanjang sejarah usai melakoni 20 laga awal Liga Primer Inggris.

The Reds pun tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik di sepanjang paruh pertama musim ini. Secara keseluruhan, dari 20 laga yang telah dilakoni di Liga Primer Inggris, Liverpool mencatatkan 12 laga clean sheets dan hanya kebobolan delapan gol.

Torehan tidak kalah mentereng juga dicatatkan The Reds dalam hal produktivitas gol. Mohamed Salah dan kawan-kawan berada di peringkat kedua tim paling produktif di paruh pertama musim ini, dengan mencetak 48 gol dari 20 laga. Di aspek ini, Liverpool hanya kalah bersaing dengan juara Liga Primer Inggris musim lalu, Manchester City, yang telah mencetak 54 gol.

berbeda dengan City, yang sempat menelan dua kekalahan pada sepanjang Desember, Liverpool justru mampu mempertahankan keperkasaannya di sepanjang masa-masa paling krusial tersebut. The Reds pun menjadi satu-satunya tim di Liga Primer Inggris yang berhasil memetik kemenangan dari tujuh laga Liga Primer Inggris di sepanjang Desember.

Total, Liverpool berhasil memetik delapan kemenangan dan mencetak 21 gol serta hanya kebobolan tiga gol pada sepanjang Desember. Torehan itu terbukti memiliki dampak signifikan lantaran di penghujung bulan, Liverpool berhasil menggeser City di puncak klasemen dan terus berada di sana hingga penutupan paruh pertama Liga Primer Inggris musim ini.

MENITI SEJARAH

Sebenarnya Liverpool juga sempat berada dalam posisi difavoritkan sebagai juara pada musim 2013/2014, namun dengan kadar yang berbeda pada musim ini. Pada musim itu, Liverpool tampil begitu trenggingas.

Luis Suarez saat itu berada dalam performa terbaik dan mengakhiri musim sebagai top skorer. Ketajaman Suarez ini pun didukung dengan penampilan apik Daniel Sturridge dan Rahem Sterling serta ditopang dengan suplai bola dari Steven Gerrard.

Namun, kekalahan dari Chelsea yang berpangkal pada terpelesetnya Gerrard, membuat Liverpool kehilangan poin penting. Mereka pun akhirnya harus rela melihat Manchester City menjadi juara.

Selain itu, dari catatan statistik, Liverpool musim ini jauh lebih baik dibanding musim 2013/2014. Pada saat itu, gawang The Reds begitu rentan kebobolan. Bahkan, di akhir musim, gawang Liverpool kebobolan 50 gol, bandingkan dengan hanya kebobolan delapan gol dari 20 laga pada musim ini.

Pada Kamis (3/1) lalu, Liverpool baru saja menelan kekalahan pertamanya musim ini. Skuad Juergen Klopp dipaksa membawa pulang kekalahan 1-2 dari markas pesaingnya Manchester City.

Liverpool kini terpaut empat poin dari Manchester City yang mengejar di posisi kedua klasemen dengan 50 angka. Tottenham Hotspur yang secara mengejutkan dipukul tamunya Wolverhampton Wanderers 1-3, juga menempel Liverpool di posisi ketiga klasemen dengan 48 angka.

Meskipun menelan kekalahan pada laga pekan ini, Liverpool yang berdiri sejak 1892 tersebut tetap memiliki peluang besar untuk meraih titel Liga Primer Inggris setelah 29 tahun puasa gelar. Namun, seperti kata sang pelatih, perjalanan masih panjang untuk Liverpool bisa meraih gelar Liga Inggris yang ke-19nya.

''Kami ingin menulis sejarah kami sendiri. Namun, kami masih memiliki sejumlah laga,'' kata pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, seperti dikutip The Guardian, beberapa waktu lalu. ''Kami seperti pelari marathon. Dan, ini baru setengah. Kami harus siap dengan tantangan selanjutnya.''

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA