Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Klopp Diadang Rekor Buruk di Partai Final

Rabu 08 May 2019 22:50 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Bayu Hermawan

Juergen Klopp (kanan) merayakan keberhasilan Liverpool ke final Liga Champions bersama para pemainnya.

Juergen Klopp (kanan) merayakan keberhasilan Liverpool ke final Liga Champions bersama para pemainnya.

Foto: Peter Byrne/PA via AP
Setelah sukses membawa Liverpool ke final, Klopp punya tantangan baru.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Liverpool sukses menghadirkan kejutan setelah melakukan comeback empat gol ke gawang Barcelona pada leg kedua babak semifinal Liga Champions 2018/2019 di Stadion Anfield, Rabu (8/5) dini hari WIB tadi. Meski begitu, pelatih Juergen Klopp diadang rekor buruk di laga final.

Meski begitu, Klopp menegaskan apabila kemajuan tengah dibuat dan faktanya semua itu tidak hilang pada para pemain. "Saya tahu apa yang banyak orang katakan tentang saya yang selalu gagal di final, itu benar dan baik-baik saja. Tapi ini final keempat saat itu juga, dan saya ingin mengakhiri itu," tegas Klopp dilansir Footbal 365, Rabu (8/5).

Liverpool sebelumnya tertinggal 0-3 oleh Barcelona pada leg pertama di Stadion Camp Nou. Namun, ketika bermain di hadapan pendukung sendiri the Reds sukses memutarbalikkan keadaan dengan mencetak empat gol tanpa balas. Alhasil, Klopp bersama Liverpool mengulang pencapain musim lalu ketika mereka lolos ke partai final melawan Real Madrid. Sayang, pada final yang digelar di Kiev, Ukraina, pemilik lima gelar trofi Liga Champions porak poranda di hadapan Los Blancos usai dipermalukan 1-3.

"Ketika saya melihat anak-anak setelah pertandingan dan melihat air mata mereka, itu adalah sepak bola. Mereka adalah profesional dan masih seperti ini," sambung dia.

Namun, tantangan sebenarnya yang harus dilalui Klopp adalah memenangkan laga final. Sebab, tak hanya sekali pelatih berkebangsaan Jerman gagal menang di partai pamungkas. Bersama Klopp, Liverpool juga harus puas sekadar menjadi finalis Piala Liga, Liga Europa, dan Liga Champions baik bersama Borussia Dortmund maupun timnya saat ini. Klopp pun tercatat belum mempersembahakn gelar selama menangani Merseyside Merah sejak Oktober 2015 lalu.

Sejarah gelap Klopp di partai final sudah dimulai sejak menangani Dormtund. Sukses membawa Die Borussien ke final musim 2012/2013, Klopp lagi-lagi gagal mempersembangakn trofi Si Kuping Lebar setelah dikandaskan Bayern Muenchen.

Kini Klopp dihadapkan oleh dua partai penting, pertama melawan Wolverhampton Wanderes di ajang Liga Primer Inggris dan memenangkan laga tersebut untuk memastikan trofi Liga Inggris, dan kedua fokus menghadapi lawan mereka di antara salah satu klub Ajax Amsterdam atau Tottenham Hotspur di final Liga Champions nanti.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA