Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Masa Depan Bielsa di Leeds United Mendadak Suram

Kamis 16 May 2019 17:06 WIB

Red: Bayu Hermawan

Pelatih Marcelo Bielsa.

Pelatih Marcelo Bielsa.

Foto: Reuters
Leeds United membuang peluang untuk bisa kembali tampil di Liga Primer Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Leeds United Marcelo Bielsa menerima tanggung jawab kegagalan timnya lolos ke final playoff divisi dua Championship, setelah mengalami  kekalahan 2-4 atas Derby County, Kamis (16/5) dini hari tadi. Hal ini membuat masa depan Bielsa di Elland Road menjadi tak menentu.

Leeds membuang percuma keunggulan 1-0 pada leg pertama semifinal playoff itu setelah pada leg kedua digasak 2-4 oleh tim asuhan Frank Lampard, sehingga tersisih dalam agregat 3-4 untuk mengakhiri impian naik kelas ke Liga Premier. Bielsa yang kontraknya akan berakhir sampai akhir musim 2019-2020 meragukan masa depannya di klub ini ketika ditanya apakah dia akan tetap bersama Leeds.

"Ada beberapa kesalahan dan itu membuat ragu terhadap masa depan pelatih kepala," kata pria Argentina berusia 63 tahun itu kepada wartawan.

"Tidak nyaman membahas poin ini untuk sekarang ini. Anda tahu proses ini. Jika klub menawari saya kemungkinan untuk lanjut, saya pasti akan mendengarkan proposal mereka," ujarnya.

Leeds tersapu dari Liga Premier sejak 2004. Klub Yorkshire Barat ini sempat berada di jalur promosi otomatis ke Liga Primer sebelum menjadi labil pada lima bulan terakhir musim ini. Klub asuhan Bielsa itu pernah memuncaki klasemen Championship pada Februari, tetapi kalah enam kali dari 13 pertandingan terakhir dan finis urutan ketiga di belakang Norwich City dan Sheffield United, yang memaksa mereka harus bertarung di babak playoff untuk memperebutkan satu tempat terakhir promosi ke liga utama.

"Jika Anda memiliki sumber daya untuk mencapai sesuatu dan Anda tak mencapainya, seandainya Anda menghadapi kesulitan yang harus Anda hadapi dan Anda punya tanggung jawab untuk mencapai tujuan itu dan Anda tak mencapainya, maka kita harus berasumsi mengenai kemungkinan terburuk," katanya.

"Saya tidak menemukan solusinya dan menjadi tugas saya untuk menemukan solusi. Ada hilang kendali. Sebagai manajer kita harus memberikan solusi, memberi struktur yang kuat , tetapi kami mengalami 20 menit kekacauan," ujarnya menambahkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA