Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Mo Salah Berperan Besar Mengurai Islamofobia Penggemar Bola

Selasa 04 Jun 2019 06:20 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Gita Amanda

Striker Liverpool Mohamed Salah mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur melalui tendangan penalti dalam partai final Liga Champions, Ahad (2/6) dini hari WIB.

Striker Liverpool Mohamed Salah mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur melalui tendangan penalti dalam partai final Liga Champions, Ahad (2/6) dini hari WIB.

Foto: Epa/Emilio Naranjo
Mo Salah berhasil 'mencuri' hati para pendukung di seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE -- Sejak bergabung dengan Liverpool pada jendela transfer 2017, Mohamed Salah atau yang akrab disapa Mo Salah memberikan peran besar dalam pencapaian The Reds. Dia berhasil menjadi top sekorer secara beruntun Liga Premier Inggris dan berhasil mengantarkan Liverpool menjuarai Liga Champions 2018/19.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Lab Kebijakan Imigrasi di Inggris mengungkapkan, Mo Salah berhasil 'mencuri' hati para pendukung di seluruh dunia. Penelitian itu juga menyatakan, Mo Salah juga berperan dalam membantu mengurai dan menurunkan angka Islamofobia yang tinggi di Eropa, khususnya pendukung di Merseyside.

Penelitian yang berfokus pada sikap dan perilaku itu menunjukkan jumlah kebencian dan kejahatan terhadap Muslim dan tweet anti-Muslim menurun secara drastis. Hal itu, terjadi sejak Mo Salah menandatangani kontrak bersama Liverpool.

Penelitian yang dilakukan lembaga thinktank terkait migrasi itu mengemukakan, kejahatan rasial (rasis) telah menurun sebesar 18,9 persen di Merseyside. Tidak ada dampak serupa yang dapat menurunkan kejahatan dan kebencian terhadap Muslim di wilayah tersebut.

Selain itu, dari 15 juta cuitan di akun Twitter yang dilakukan oleh penggemar klub papan atas (Liga Inggris), Peneliti mengamati, tingkat Islamofobia para penggemar menurun setengahnya. Dari yang awalnya 7,2 persen menjadi 3,4 persen.

Berdasrkan temuan, visibilitas Mo Salah sebagai pemain Muslim telah membantu mengurangi prasangka terhadap Muslim (jahat, kejam dan teroris). Berkat Mo Salah, penggemar menjadi lebih akrab dengan Islam. Peneliti juga menyimpulkan 'pancaran positif' seperti yang dilakukan Mo Salah dapat membantu menekan kelompok yang tersetigma agar lebih humanis.

Meskipun sempat terjadi pelecehan oleh oknum penggemar anti-Islam pada bulan Februari lalu, Mo Salah dengan bangga menunjukkan keteguhan imannya di dalam dan di luar lapangan. Pemain asal Mesir melakukan selebrasi gol yang ikonik, yakni berlutut (bersujud) di lapangan dan memuji Allah.

Direktur Organisasi Perlindungan Muslim di Inggris, Tell MAMA, Imam Atta mengatakan Mo Salah menjadi salah satu representasi pesepakbola muslim yang pantas untuk dikagumi. "Semua emosi positif ini meruntuhkan penghalang dan memastikan bahwa beberapa (penggemar) melihat Muslim secara positif dan ini pada gilirannya mengurangi permusuhan dan menantang stereotip dan kebencian terhadap Muslim," ujar Atta, dikutip dari Liverpool Echo, Senin (3/6).

"Model peran seperti Mo Salah adalah kunci dalam perjuangan melawan kebencian dan rasisme," jelasnya.

Mo Salah mencetak gol melalui titik putih ke gawang Tottenham Hotspur di final Liga Champions, Ahad (2/6) lalu. Golnya membantu The Reds membawa pulnag piala 'si kuping besar' yang  ke enam dari Madrid.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA