Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Disambangi Bologna, Napoli Difavoritkan

Sabtu 29 Des 2018 17:26 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Didi Purwadi

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti

Foto: REUTERS/Maxim Shemetov
Napoli mencetak 24 gol ke gawang Bologna dalam enam bentrokan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Napoli akan menutup tahun 2018 dengan menjamu Bologna di Stadion San Paolo, Naples, Ahad (30/12) malam dinihari WIB nanti. Di atas kertas, Napoli memang jauh lebih diunggulkan dibanding tamunya Bologna.

Kualitas pemain i Partenopei, julukan bagi Napoli, dinilai lebih baik ketimbang i Rossoblu. Terbukti Napoli kini menempati posisi kedua klasemen Serie A Italia dengan 41 poin dari 18 pertandingan. Sementara, Bologna tertinggal 28 poin di posisi ke-13 klasemen.

Keperkasaan Napoli pun diperkuat dengan catatan sejarah pertemuan kedua tim. Dari enam bentrokan terakhir, Napoli mampu memetik lima kemenangan. Bahkan, dalam enam bentrokan terakhir itu, i Partenopei berhasil mencetak 24 gol ke gawang Bologna.

Napoli semakin difavoritkan karena diprediksi akan tampil 'ganas' untuk mencari 'pelampiasan' atas kekalahan 0-1 dari Inter Milan pada pekan lalu. Kekalahan tersebut membuat jarak Napoli, yang duduk di peringkat kedua klasemen, dengan Inter Milan kian terpangkas menjadi lima angka.

Kegagalan memetik poin itu juga berimbas pada kegagalan Napoli menempel Juventus yang kokoh di puncak klasemen sementara. I Partenopei kian menjauh dengan selisih jarak sembilan poin dari juara bertahan Serie A tersebut.

Laga pekan lalu meninggalkan 'pahit' bukan hanya karena Napoli menelan kekalahan. Pelatih Carlo Ancelotti mengakui cemoohan dan teriakan bernada rasisme juga dialami sejumlah penggawa Napoli sehingga menggangu penampilan mereka.

Puncaknya, pada 10 menit akhir laga, Napoli kehilangan bek Kalidou Koulibaly lantaran diusir wasit karena dianggap menghina wasit lewat tepukan tangan sarkastis. Ancelotti menyebut aksi yang dilakukan Koulibaly itu sebenarnya merupakan reaksi atas cemoohan rasis yang diterimanya sepanjang laga.

''Kartu merah itu benar-benar mengubah hasil. Kami berusaha untuk bisa mencetak gol, tapi bermain dengan 10 pemain benar-benar sulit buat kami,'' tutur Ancelotti seperti dikutip laman resmi klub. Pelati asal Italia itu akhirnya bertekad menghapus episode buruk tersebut dengan fokus di laga selanjutnya menghadapi Bologna malam ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA