Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Juventus Pantau Situasi Icardi

Kamis 10 Jan 2019 13:18 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Israr Itah

Mauro Icardi

Mauro Icardi

Foto: EPA-EFE/Simone Arveda
Penyerang 25 tahun itu menolak perpanjangan kontrak bersama I Nerazzurri.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Raksasa Italia Juventus ikut memantau situasi terkini kapten Inter Mauro Icardi. Penyerang 25 tahun itu menolak perpanjangan kontrak bersama I Nerazzurri. 

Kontrak Icardi di Inter berakhir pada Juni 2021. Itu membuat Inter baru-baru ini menawarkan proposal perpanjangan kontrak plus kenaikan gaji sampai 8 juta euro per tahun.

Baca Juga

Tapi agen Icardi, Wanda Nara sementara menolak proposal tersebut karena Inter menyertakan kesepakatan rilis klausul senilai 110 juta euro. Menurut Wanda, angka itu akan membuat Icardi terkungkung di Giuseppe Meazza sementara Icardi memikirkan opsi pindah ketika masih sulit meraih gelar bersama Inter.

Juventus merasa situasi ini cukup memudahkan mereka untuk mendatangkan bekas pemain Sampdoria itu ke Allianz Stadium. Sejak kepergian Gonzalo Higuain ke AC Milan, Juventus tidak memiliki penyerang tengah murni.

"Juventus memantau kemungkinan mendatangkan Icardi ke Turin. Juventus akan menyanggupi permintaan gaji Icardi dan menjanjikan kemudahan mendapatkan gelar," begitu analisis dari TyC Sport, Kamis (10/1).

Kehebatan Icardi di depan kotak penalti lawan tidak perlu lagi diragukan. Icardi sudah dua kali merebut gelar sepatu emas Serie A yakni di tahun 2014 dan tahun lalu.

Icardi merasa gusar di Inter karena klub Kota Mode itu tak pernah memenangkan sejak sembilan tahun terakhir. Gelar merupakan pembuktian bagi pemain sekelas Icardi. Apalagi alumnus akademi La Masia itu sudah memasuki usia keemasan. 

Selain Juventus, klub lain yang juga memintai Icardi ialah Chelsea, Real Madrid dan Barcelona. Paris Saint Germain dan Bayern Muenchen juga membuka tangan andai penyerang La Albiceleste itu ingin  hengkang dari Inter.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA