Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Presiden Napoli tak Sabar Lihat Ancelotti Kalahkan Juventus

Jumat 21 Jun 2019 02:35 WIB

Red: Bayu Hermawan

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis

Presiden Napoli memberi respons negatif atas kepindahan Sarri ke Juventus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Napoli nampaknya menjadi kubu yang paling kecewa dengan kepindahan Maurizio Sarri ke Juventus. Bahkan, Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis sampai memberikan respons negatif terkait kepindahan Sarri, dan mengatakan menyaksikan Napoli mengalahkan Juventus akan menjadi kenikmatan tersendiri bagi dirinya.

Baca Juga

Maklum saja, saat menjadi pelatih Partenopei pada medio 2015 sampai 2018, Napoli menjadi saingan berat Juventus di Serie A Italia. Sarri nyaris membawa Napoli mematahkan dominasi Juventus di kompetisi Italia. Dan Sarri sebagai pelatih saat itu sangat dipuja oleh fans maupun manajemen klub.

Namun, semuanya berubah ketika Sarri memutuskan menerima tawaran dari Juventus. De Laurentiis mengaku tak sabar menantikan pertarungan antara Napoli melawan Juventus. De Laurentiis juga mengklaim Carlo Ancelotti lebih baik dari Sarri.

"Sarri adalah sosok pria lapangan, seorang yang bisa mudah disukai oleh penggemar. Sementara Ancelotti adalah sosok company man, orang yang loyal terhadap klub. Akan lebih menyenangkan melihat Ancelotti mengalahkan Juventus di lapangan," ujarnya.

"Sarri selalu memakai baju olahraga, dia berteriak dan mengutuk. Saya ingin melihat bagaimana dia beradaptasi dengan gaya tim barunya, tetapi tentu saja akan lebih menyenangkan melihat Ancelotti mengalahkan Juventus di lapangan," katanya.

"Selain itu, saat ini pendukung Napoli menganggap Sarri adalah pengkhianat besar," ucapnya.

Sebelumnya, Sarri membantah jika dirinya telah mengkhianati Napoli. Sarri menegaskan, dirinya telah mengerahkan segala kemampuan terbaik saat menjadi pelatih Napoli. Selain itu, Sarri juga lebih memilih keluar dari Italia setelah tak menjadi pelatih Napoli, meski akhirnya dia kembali lagi dan menjadi pelatih Juventus karena alasan keluarga.

"Saya pikir saya mengalami tiga tahun dimana pikiran pertama saya ketika bangun di pagi hari adalah bagaimana mengalahkan Juventus, karena kami (Napoli) adalah klub paling kredibel untuk mengalahkan mereka, jadi tugas moral saya adalah bagaimana menemukan cara Napoli bisa mengalahkan Juventus," ujarnya.

"Saya memberi 110 persen (untuk Napoli), saya tidak bisa melakukan lebih dari itu. Saya akan melakukan semuanya lagi (untuk Juventus). Ini adalah profesionalisme, dan saya sekarang saya akan membawa untuk memberikan segalanya untuk klub ini (Juventus)," katanya.

"Saya punya tiga tahun di Napoli, saya membuat pilihan untuk menghormati mereka dan memilih pergi ke luar negeri. (Namun) dengan kebutuhan untuk kembali ke Italia, saya menerima tawaran dari Juventus dan hanya itu," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA