Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Capello: De Ligt ke Juventus, Perburuan Scudetto Berakhir

Senin 24 Jun 2019 19:20 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt

Foto: EPA-EFE/Sebastien Nogier
Juventus dikabarkan nyaris merampungkan transfer De Ligt.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Rumor bakal bergabungnya Matthijs de Ligt ke Juventus berembus kencang. Saat ini, bek tengah 19 tahun masih berstatus penggawa Ajax Amsterdam.

Baca Juga

Belakangan, Juventus dikabarkan nyaris merampungkan transfer De Ligt. Si Nyonya Tua mengalahkan beberapa pesaing seperti Barcelona, Manchester United, juga Paris Saint-Germain.

Pelatih legendaris asal Italia, Fabio Capello diminta mengomentari situasi ini. Menurut dia jika De Ligt resmi menjadi bagian skuat Hitam-Putih, Juventus semakin tak tersentuh.

"Jika Juve menandatangani De Ligt, maka (perburuan scudetto) sudah berakhir," kata allenatore 73 tahun kepada Corriere dello Sport, dikutip dari Football Italia, Senin (24/6).

Capello mengagumi kualitas penggawa tim nasional Belanda itu. Menurut dia, De Ligt salah satu bek terbaik saat ini. 

Kehadiran pemain sekelasnya akan menghadirkan rasa aman. Padahal tanpa De Ligt saja barisan pertahanan Juventus merupakan yang terbaik di Italia. Andai dia bergabung, para bek sayap bisa menyerang dengan bebas.

Di sisi lain, para pesaing Juventus semakin jauh tertinggal. Secara khusus, Capello menyinggung Napoli dan Inter Milan.

Pada kesempatan serupa ia membahas rumor Kostas Manolas ke Napoli. Menurut Capello jika itu menjadi kenyataan, i Partenopei bakal lebih kompetitif.

Musim lalu, Juventus menjuarai Serie A dengan nilai 90, unggul 11 angka dari Napoli di posisi kedua. Juventus mencetak 70 gol, ketiga terproduktif setelah Atalanta (77) dan Napoli (74).

Namun untuk urusan kebobolan, Juventus yang paling sedikit yakni 30 gol. Pesaing terdekat hanya Inter Milan yang kemasukan 33 gol.

Jumlah kebobolan Juventus sebenarnya bisa saja lebih kecil andai Bianconeri menjaga konsistensi hingga akhir musim. Juventus menuai serangkaian hasil buruk usai memastikan gelar juara Serie A 2018/2019. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA