Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Runtuhnya Dominasi Barcelona

Senin 27 Mei 2019 15:56 WIB

Red: Budi Raharjo

Para pemain Valencia merayakan keberhasilan menjuarai Piala Raja

Para pemain Valencia merayakan keberhasilan menjuarai Piala Raja

Foto: EPA
Valencia kembali juara Copa del Rey setelah menanti 11 tahun lalu lamanya.

REPUBLIKA.CO.ID, SEVILLA -- Valencia sukses menghentikan dominasi Barcelona pada ajang Copa del Rey dalam empat tahun terakhir. Pasukan kelalawar Mestalla mengalahkan Barca dalam final Copa del Rey dengan skor 2-1 di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, Ahad (26/5) dini hari WIB.

Valencia mengakhiri masa penantian dalam meraih gelar turnamen itu selama 11 tahun. Barcelona pun gagal mengawinkan gelar La Liga Spanyol dengan Copa del Rey musim ini. Kegagalan itu menambah duka Barca setelah tersingkir secara menyakitkan dari Liverpool di pentas Liga Champions.

Meski mendominasi permainan, Barca kesulitan menembus pertahanan Los Che yang bermain disiplin saat final Copa del Rey berlangsung. Sebaliknya, Valencia unggul dua gol pada babak pertama melalui Kevin Gameiro dan Rodrigo Moreno.

Barca hanya mampu membalas satu gol melalui Lionel Messi pada menit ke-73. Namun, gol tersebut rupanya menjadi satu-satunya gol balasan Barca. Kegagalan ini membuat Blaugrana gagal mempertahankan gelar Copa del Rey yang diraihnya dalam empat tahun terakhir.

Kegagalan ini pun langsung menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pelatih Ernesto Valverde di Bacelona. Namun, Valverde memastikan merasa baik-baik saja meskipun dalam beberapa pertandingan penting timnya mengalami kekalahan.

"Saya baik-baik saja. Ketika Anda menang, jelas Anda merasa jauh lebih baik, jauh lebih bahagia. Namun, ini adalah perasaan yang berbeda ketika Barcelona dikalahkan Liverpool, meskipun kami kalah lagi," kata Valverde seusai laga dikutip dari ESPN.

Valverde tak bisa memungkiri kekecewaannya atas kegagalan tersebut. Kendati demikian, menurut dia, semua pemain harus menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada meskipun itu sulit. Dia berharap ada perubahan positif untuk musim depan.

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu tak menyalahkan Valverde atas kekalahan tersebut. Dia juga memastikan posisinya sebagai pelatih tak terancam. Bartomeu melihat dalam pertandingan tersebut timnya memiliki banyak peluang mencetak gol, tetapi gol yang diharapkan tidak terjadi. "Saya tidak akan mengatakan musim ini gagal, tetapi juga tidak bagus," ujar Bartomeu.

Bartomeu mengatakan, menghadapi musim depan adalah cara bijak untuk melupakan kekalahan tersebut. Beberapa pemain diperkirakan akan merapat ke Camp Nou musim depan dan beberapa pemain akan hengkang.

Sementara, pelatih Valencia, Marcelino, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah sukses mengalahkan Barcelona. Bagi dia, gelar tersebut spesial karena mampu membawa pulang gelar Copa del Rey sejak 2008. Marcelino memuji perjuangan anak asuhnya melawan Barcelona.

"Malam ini adalah malam yang tak terlupakan, bagi saya, para pemain, dan bagi para penggemar," ujar Marcelino dikutip dari Football Espana.

Meskipun menang, Marcelino memilih merendah dan meminta kepada timnya agar tak jemawa. Dia bahkan menilai tak pantas memenangkan gelar bergengsi tersebut karena dalam empat bulan lalu tak pernah membayangkan bisa meraihnya. "Ini adalah hari paling bahagia dalam karier saya dan saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya dan semua orang yang terlibat dengan klub," kata Marcelino.

Marcelino cukup sukses bersama Valencia sejak bergabung pada 2017. Pelatih 53 tahun itu sukses membawa klub tersebut lolos ke Liga Champions karena finis di posisi keempat klasemen akhir.

Kebahagiaan pun dirasakan oleh kapten Valencia, Dani Perejo. Menurut dia, kemenangan ini bukan hanya kebahagiaan untuk dirinya sendiri, melainkan juga bagi keluarganya. Oleh karena itu, timnya pantas merasakan kegembiraan yang luar biasa. "Saya kehabisan kata-kata. Ini luar biasa," ujarnya. (rahmat fajar ed: citra listya rini)

Fakta Menarik

Valencia menjadi tim kedua yang berhasil memenangkan Copa Del Rey pada tahun yang sama saat mereka merayakan ulang tahun ke-100. Sebelumnya, catatan itu didapat Espanyol pada 2000.

Kesuksesan Valencia mengalahkan Barcelona menjadi catatan spesial bagi pelatih, Marcelino Garcia Toral. Ini menjadi kemenangan pertamanya atas Barcelona dalam sepanjang karier kepelatihannya.

Lionel Messi menjadi pemain pertama sepanjang sejarah Copa Del Rey yang mencetak gol sebanyak enam kali di final dalam periode berbeda.

Barcelona kebobolan dua gol pada babak pertama final Copa Del Rey untuk pertama kalinya sejak 1952. Saat itu, mereka juga menghadapi Valencia. Namun, hasil berbeda didapat Barcelona pada periode itu. Mereka mampu membalikkan keadaan dan menang dengan skor 4-2.

Untuk kali pertama dalam sembilan tahun terakhir, gelar juara Copa del Rey tidak diraih oleh tim tiga besar La Liga Spanyol. Sebab, Valencia hanya berada di posisi keempat pada klasemen La Liga Spanyol musim ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA